Skip to content
Logo The Lady Log

The Lady Log

Woman News Update

  • Nusa77
    Yolla Yuliana | Bintang Voli Indonesia dengan Segudang Prestasi Berita
  • Mitra77
    Bahan Bakar Fosil: Dampak dan Alternatif Energi Masa Depan Berita
  • Danmuji: Acar Lobak Putih Korea dan Manfaatnya
    Danmuji: Acar Lobak Putih Korea dan Manfaatnya Kesehatan
  • Inilah Khasiat Bunga Chamomile bagi Kesehatan Tubuh
    Inilah Khasiat Bunga Chamomile bagi Kesehatan Tubuh Kesehatan
  • Fakta Minyak Kemiri untuk Mengatasi Rambut Rontok
    Fakta Minyak Kemiri untuk Mengatasi Rambut Rontok Kecantikan
  • Oatmeal dan Risiko Asam Urat: Apa yang Perlu Anda Ketahui
    Oatmeal dan Risiko Asam Urat: Apa yang Perlu Anda Ketahui Kesehatan
  • Buah Belimbing Berikut Khasiatnya bagi Kesehatan & Imunitas
    Buah Belimbing Berikut Khasiatnya bagi Kesehatan & Imunitas Kesehatan
  • Pembalut Kain
    “Pakai Pembalut Kain: Lakukan Hal Ini Agar Tetap Higienis” Kecantikan
Benarkah Gula stevia Lebih Sehat dari Gula Biasa? Faktanya

Benarkah Gula stevia Lebih Sehat dari Gula Biasa? Faktanya

Posted on November 23, 2025November 23, 2025 By Tyler Price Tak ada komentar pada Benarkah Gula stevia Lebih Sehat dari Gula Biasa? Faktanya

Gula stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, yang pertama kali ditemukan oleh ahli botani Antonio Bertoni pada tahun 1887. Sejak saat itu, stevia dipakai oleh masyarakat Paraguay dan Brazil sebagai pemanis alami.

Daun stevia mengandung dua senyawa utama penyumbang rasa manis, yaitu stevioside dan rebaudioside, yang tingkat kemanisannya bisa ratusan kali lebih tinggi dibanding gula biasa. Karena rasa manisnya sangat kuat, pemakaiannya pun jauh lebih sedikit dari gula pasir, sehingga otomatis menyumbang kalori lebih rendah pada tubuh.


Faktanya, Gula Stevia Lebih Menyehatkan

Stevia memiliki kalori yang jauh lebih rendah daripada gula biasa, bahkan tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Hal ini membuat stevia lebih aman dikonsumsi oleh pengidap diabetes, karena karbohidrat adalah pemicu naiknya kadar gula darah.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan stevia menurunkan indeks glikemik (GI) pada makanan. GI sendiri adalah indikator seberapa cepat makanan berkarbohidrat meningkatkan gula darah. Karena stevia memiliki GI rendah, efek kenaikan gulanya pun lebih terkendali.

Secara sederhana, mengonsumsi stevia memang lebih sehat dibandingkan gula pasir.

Benarkah Gula stevia Lebih Sehat dari Gula Biasa? Faktanya


Pengganti Gula yang Baik, Tapi Perlu Teknik Tepat

Stevia bisa digunakan sebagai pengganti gula untuk berbagai masakan dan kue. Namun, jika tidak diolah dengan benar, stevia bisa mengeluarkan rasa pahit.

Terutama pada makanan panggang, hasil rasa dan teksturnya tidak akan sama seperti memakai gula biasa. Stevia menghasilkan reaksi pemanggangan berbeda—warnanya jadi lebih cokelat keemasan dan kadang ada sedikit rasa pahit. Tekstur makanan panggang juga bisa lebih keras.

Meski begitu, stevia tetap bisa bekerja efektif sebagai pemanis. Untuk mengurangi rasa pahit, kamu bisa mencampurnya dengan gula biasa dengan perbandingan 1:1 agar rasanya lebih seimbang.


Perlu Dibatasi Konsumsinya

Menurut Food and Drug Administration (FDA), batas aman konsumsi stevia adalah 4 mg per kilogram berat badan per hari.

Jika digunakan dalam jumlah wajar sebagai pemanis, stevia umumnya tidak menimbulkan efek samping. Namun jika berlebihan, beberapa orang bisa mengalami:

  • kembung
  • begah
  • mual

Hal ini terjadi karena stevia lebih sulit dicerna bakteri usus, sehingga produksi gas meningkat. Ada juga kemungkinan reaksi alergi, terutama pada orang yang sensitif terhadap tanaman keluarga Asteraceae/Compositae seperti matahari, krisan, atau aster.


Interaksi Stevia dengan Obat

Meski tergolong aman, stevia bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat:

  • Obat diabetes
    Kombinasi stevia dan obat diabetes bisa menurunkan gula darah terlalu rendah (hipoglikemia).
  • Obat tekanan darah
    Karena stevia dapat menurunkan tekanan darah, efeknya bisa berlipat jika dikombinasikan dengan antihipertensi.
  • Obat diuretik
    Stevia diduga punya efek diuretik ringan. Jika dikombinasikan, risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit bisa meningkat.

Jika kamu sedang menjalani pengobatan rutin, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter.


Peringatan Sebelum Mengonsumsi Stevia

Walaupun stevia aman dikonsumsi banyak orang, beberapa hal tetap perlu diperhatikan:

  • Alergi: jika kamu alergi tanaman tertentu, risiko alergi stevia bisa meningkat.
  • Masalah pencernaan: konsumsi berlebihan dapat memicu gas, mual, atau kembung.
  • Kehamilan & menyusui: umumnya aman dalam jumlah sedang, namun tetap disarankan berkonsultasi ke tenaga medis.

Dengan penggunaan yang tepat dan tidak berlebihan, stevia bisa menjadi pilihan pemanis yang lebih sehat untuk kehidupan sehari-hari.


Refrence : Halodoc

Kesehatan

Navigasi pos

Previous Post: Garam Epsom Bisa Samarkan Bekas Jerawat—Ini Tipsnya!
Next Post: Rahasia Daun Mint untuk Napas Lebih Bersih dan Segar

Related Posts

  • Pala Bubuk: Khasiat, Tips Penggunaan & Resep Simpel
    Pala Bubuk: Khasiat, Tips Penggunaan & Resep Simpel Kesehatan
  • Jeruk Purut Buah Asam yang Kaya Manfaat
    Jeruk Purut Buah Asam yang Kaya Manfaat Kesehatan
  • Bawang Kucai: Khasiat, Cara Menanam, dan Olahan Lezatnya
    Bawang Kucai: Khasiat, Cara Menanam, dan Olahan Lezatnya Kesehatan
  • Benarkah Makan Tauge Bisa Meningkatkan Kesuburan?
    Taoge dan Kesuburan Pria: Benarkah Ada Hubungannya? Kesehatan
  • Rahasia Nutrisi Lemon & Khasiatnya bagi Kesehatan
    Rahasia Nutrisi Lemon & Khasiatnya bagi Kesehatan Kesehatan
  • lokal69
    Overdosis Gula: Kenali Gejala dan Cara Menghindarinya! Kesehatan

More Related Articles

Pentingnya Self-Care bagi Wanita di Tengah Kesibukan Sehari-hari Kesehatan
Inilah Khasiat Bunga Chamomile bagi Kesehatan Tubuh Inilah Khasiat Bunga Chamomile bagi Kesehatan Tubuh Kesehatan
Manfaat Cranberry untuk Kesehatan dan Nutrisinya Manfaat Cranberry untuk Kesehatan dan Nutrisinya Kesehatan
Rahasia Nutrisi Lemon & Khasiatnya bagi Kesehatan Rahasia Nutrisi Lemon & Khasiatnya bagi Kesehatan Kesehatan
Manfaat Bengkuang untuk Kulit dan Kesehatan Manfaat Bengkuang untuk Kulit dan Kesehatan Kesehatan
Manfaat Kunyit bagi Asam Lambung, Mitos atau Fakta? Manfaat Kunyit bagi Asam Lambung, Mitos atau Fakta? Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

  • Mei 2026
  • April 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024

Postingan Terbaru

  • Bawang Merah untuk Bantu Turunkan Demam Anak
  • Manfaat Kiwi untuk Imun, Pencernaan, dan Kulit
  • Manfaat Cranberry untuk Kesehatan dan Nutrisinya
  • Manfaat Kelengkeng untuk Daya Tahan Tubuh
  • Manfaat Jeruk Nipis untuk Sakit Tenggorokan

Baca Artikel Lainnya

  • Resep Makanan
  • Info Wanita Terkini
  • Ubi Rebus: Camilan Sehat Setelah Olahraga
    Ubi Rebus: Camilan Sehat Setelah Olahraga Kesehatan
  • Diet Kentang: Cara Simpel untuk Turunkan Berat Badan
    Diet Kentang: Cara Simpel untuk Turunkan Berat Badan Kesehatan
  • 3 Manfaat Kecombrang yang Baik untuk Kesehatan
    3 Manfaat Kecombrang yang Baik untuk Kesehatan Kesehatan
  • mitra77
    Gaya Hidup Sehat: Kunci Kehidupan yang Lebih Berkualitas Kesehatan
  • Mengenal 6 Manfaat Buah Sukun yang Tersembunyi
    Mengenal 6 Manfaat Buah Sukun yang Tersembunyi Kesehatan
  • Jeruk Calamansi: Buah Kecil dengan Segudang Manfaat
    Jeruk Calamansi: Buah Kecil dengan Segudang Manfaat Kesehatan
  • 3 Manfaat Daun Ubi Jalar yang Baik untuk Ibu Hamil
    3 Manfaat Daun Ubi Jalar yang Baik untuk Ibu Hamil Kesehatan
  • 9 Manfaat Terong Belanda, Buah Kaya Vitamin C untuk Kesehatan
    9 Manfaat Terong Belanda, Buah Kaya Vitamin C untuk Kesehatan Kesehatan

Copyright © 2026 The Lady Log.

Powered by PressBook Premium theme

Go to mobile version