Teh chamomile dibuat dari ekstrak bunga tanaman Matricaria recutita (juga disebut Matricaria chamomilla). Minuman herbal ini berasal dari kawasan Eropa dan telah digunakan sejak ribuan tahun sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Karena tidak mengandung kafein, teh ini sering jadi pilihan bagi orang yang memiliki sensitivitas pada lambung.
Salah satu manfaat yang paling dikenal adalah membantu meredakan sakit perut akibat produksi asam lambung berlebih. Kandungan antiinflamasi dan antimikroba di dalamnya turut berperan dalam menenangkan iritasi ringan pada sistem pencernaan, serta membantu menjaga keseimbangan mikroba di saluran lambung dan usus.
Gejala Asam Lambung dan Cara Kerja Chamomile
Refluks asam lambung terjadi ketika cairan lambung naik ke kerongkongan dan memicu peradangan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa perih di dada, sering bersendawa, peningkatan air liur, bau mulut, batuk kering, dan rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Chamomile mengandung senyawa aktif dengan efek anti-peradangan dan antimikroba ringan, yang diyakini dapat membantu menenangkan iritasi dan mengurangi gejala inflamasi ringan pada saluran cerna. Selain itu, teh ini juga dikenal memiliki efek menenangkan pada sistem saraf, sehingga membantu menurunkan stres, salah satu pemicu umum kekambuhan gangguan lambung.
Meskipun teh chamomile sering disebut bermanfaat untuk asam lambung, penting untuk memahami bahwa teh ini bersifat suportif, bukan pengganti obat medis, terutama pada kondisi cedera atau inflamasi berat. Efeknya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat gangguan, pola makan, dan respons tubuh.
Beberapa orang menggunakannya sebagai minuman rehidrasi dan relaksasi lambung, dengan konsumsi moderat sekitar 2–3 cangkir per hari, yang masih dianggap aman sebagai bagian dari kebiasaan minum herbal. Namun, klaim bahwa chamomile “menyembuhkan” penyakit cerna berat seperti tukak stadium lanjut atau infeksi serius tidak dapat dipastikan secara universal, sehingga konsumsi tetap perlu diimbangi dengan pengawasan dokter jika gejala menetap.

Manfaat Herbal Lain dari Chamomile
Meredakan kram menstruasi ringan
Bunga chamomile sering dipakai sebagai minuman herbal untuk membantu mengurangi kram perut bagian bawah saat menstruasi (dismenore), yang kadang disertai mual atau pusing.
Mendukung kontrol gula darah secara moderat
Beberapa penelitian kecil menyebut chamomile dapat membantu penggunaan glukosa di otot, yang berkaitan dengan penurunan peradangan ringan pada resistensi insulin. Tetapi efek ini tidak sama pada semua kasus diabetes, sehingga tidak bisa dijadikan terapi tunggal.
Membantu menjaga kepadatan tulang pada kondisi tertentu
Chamomile disebut memiliki efek yang berhubungan dengan pengaturan hormon estrogen, sehingga sering dikaitkan sebagai minuman herbal pendukung untuk menjaga kesehatan tulang, khususnya pada fase perubahan hormon. Namun manfaat ini tidak otomatis mencegah osteoporosis pada semua orang.
Mengurangi inflamasi ringan di sistem pencernaan
Kandungan bioaktif dalam chamomile memiliki efek anti-inflamasi ringan, yang sering dikaitkan untuk membantu menenangkan iritasi cerna, radang sendi ringan, atau gangguan pencernaan akibat stres.
Membantu relaksasi tidur
Chamomile mengandung apigenin, senyawa yang memiliki efek menenangkan ringan, sehingga sering digunakan sebagai minuman herbal untuk membantu tidur lebih nyenyak, terutama bagi orang yang mengalami kesulitan tidur akibat stres.
Perhatian Konsumsi yang Perlu Dipahami
Teh chamomile umumnya dianggap aman sebagai minuman herbal jika dikonsumsi secara moderat. Namun, pada beberapa kelompok seperti anak, ibu hamil/menyusui, atau orang dengan gangguan hati dan ginjal, konsumsi herbal apa pun sebaiknya tetap dikonsultasikan lebih dulu ke dokter, terutama jika digunakan untuk tujuan terapi tertentu atau jika ada gejala medis yang serius dan berkepanjangan.
Chamomile bisa menjadi pilihan minuman herbal yang menenangkan dan ramah lambung, terutama karena tanpa kafein. Banyak orang memanfaatkannya untuk membantu meredakan gejala ringan asam lambung yang dipicu stres, tetapi untuk kondisi gangguan cerna berat, teh ini lebih tepat dipandang sebagai pendamping, bukan solusi utama.
Refrence : Halodoc
