Bunga melati merupakan salah satu jenis bunga yang paling populer dan digemari di Indonesia. Selain tampil sederhana dengan warna putih yang menawan, melati juga dikenal memiliki aroma khas yang lembut dan menenangkan. Keharumannya sering dimanfaatkan untuk menciptakan suasana rileks, baik di rumah maupun dalam berbagai acara tradisional.
Tak hanya indah dan harum, bunga melati juga sarat akan makna simbolis. Dalam budaya Indonesia, melati kerap dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan yang mendalam. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk menanam bunga melati sendiri di rumah, baik sebagai tanaman hias maupun simbol tertentu.
Arti dan Makna Bunga Melati
Mengacu pada sumber House and Gardens, dalam konsep feng shui, bunga melati dipercaya mampu membawa keberuntungan, khususnya dalam aspek keuangan. Aromanya yang lembut dianggap menyebarkan energi positif dan menciptakan suasana yang lebih harmonis di lingkungan sekitar.
Melati sering dimaknai sebagai lambang kebahagiaan, ketenteraman, dan kemakmuran. Karena makna tersebut, bunga ini kerap digunakan dalam upacara pernikahan sebagai simbol kesucian dan awal kehidupan baru.

Namun di sisi lain, melati juga memiliki makna yang lebih dalam terkait pengorbanan dan duka. Dalam beberapa tradisi pemakaman, bunga melati digunakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia. Penggunaan ini melambangkan rasa bakti, ketulusan, dan penghargaan.
Lebih jauh, di sejumlah kebudayaan dan ritual keagamaan, melati dianggap sebagai simbol penyucian dan pembaruan. Keharuman alaminya sering dikaitkan dengan ketenangan batin, kedamaian, serta kesegaran jiwa.
Panduan Menanam Bunga Melati di Rumah
Bagi kamu yang tertarik menanam bunga melati, berikut beberapa panduan sederhana agar tanaman dapat tumbuh dengan baik:
Melati membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, idealnya sekitar enam jam setiap hari. Oleh karena itu, tanaman ini sebaiknya diletakkan di area yang terkena cahaya matahari langsung, bukan di tempat yang terlalu teduh.
Untuk media tanam, gunakan pot dengan tanah yang sedikit asam, gembur, dan memiliki sistem drainase yang baik. Tanah juga sebaiknya kaya akan bahan organik agar nutrisi tanaman tercukupi.
Pada musim tertentu ketika pertumbuhan melambat, frekuensi pemupukan dapat dikurangi. Hal ini bertujuan agar tanaman tidak menerima nutrisi berlebihan.
Penyiraman perlu dilakukan secara teratur, namun tidak berlebihan. Pastikan tanah tetap lembap, tetapi tidak sampai tergenang air. Menyiram satu kali dalam seminggu umumnya sudah cukup, tergantung kondisi cuaca.
Tanah yang terlalu basah dapat menyebabkan akar melati membusuk karena minimnya sirkulasi udara. Oleh sebab itu, drainase menjadi faktor penting dalam perawatan tanaman ini.
Saat memindahkan melati dari pot ke tanah, buat lubang tanam yang sedikit lebih besar dari ukuran pot asal. Tambahkan kompos atau bahan organik untuk membantu memperbaiki struktur tanah dan drainase.
Pastikan posisi akar sejajar dengan permukaan tanah, sama seperti saat tanaman berada di dalam pot. Selain itu, gunakan penyangga seperti bambu atau teralis untuk mengarahkan pertumbuhan melati, karena tanaman ini cenderung merambat dan tumbuh tidak beraturan jika dibiarkan.
Dengan perawatan yang tepat, bunga melati dapat tumbuh subur dan mempercantik halaman rumah sekaligus menghadirkan aroma alami yang menenangkan.
