Buah pala adalah salah satu rempah yang lekat dengan identitas kuliner Nusantara, tapi juga sangat populer di berbagai negara Asia hingga Eropa. Rempah ini dikenal bukan hanya karena wanginya yang kuat, tetapi juga perannya yang luas—mulai dari bumbu masakan, campuran minuman hangat, sampai bahan ramuan tradisional. Sejak lama, pala dipakai dalam pengobatan herbal untuk membantu menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan tubuh.
Aroma buah pala punya karakter hangat dan sedikit manis, khas rempah tropis yang intens. Namun, di balik itu semua, buah ini juga menyimpan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan senyawa aktif yang bekerja sebagai antioksidan. Antioksidan membantu tubuh menangkal radikal bebas, molekul yang dapat memicu kerusakan sel dan mempercepat proses penuaan. Karena itu, buah pala sering disebut sebagai rempah serbaguna yang tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga mendukung tubuh dari dalam.
Kandungan Nutrisi Buah Pala
Menurut data dari US Department of Agriculture, 100 gram buah pala mengandung:
- Kalori: 524 kcal
- Lemak total: 36 gram
- Lemak jenuh: 26 gram
- Natrium: 16 mg
- Kalium: 350 mg
- Karbohidrat total: 49 gram
- Serat pangan: 21 gram
- Gula: 28 gram
- Protein: 6 gram
- Vitamin C: 3 mg
- Kalsium: 184 mg
- Zat besi: 3 mg
- Vitamin B6: 0,2 mg
- Magnesium: 183 mg
Komposisi ini menunjukkan bahwa buah pala adalah sumber energi yang tinggi, sekaligus kaya serat dan mineral penting. Serat pangan di dalamnya cukup besar, mencapai 21 gram, yang sangat baik untuk mendukung sistem pencernaan. Sementara kalsium, magnesium, dan kalium membantu menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, keseimbangan cairan, serta kinerja jantung.

Manfaat Buah Pala untuk Kesehatan
Walau lebih sering dipakai sebagai bumbu, manfaat buah pala jauh melampaui itu. Berikut beberapa manfaat utamanya:
1. Membantu Mencegah Sembelit
Buah pala memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat bekerja seperti “penyapu alami” di usus, membantu mendorong sisa makanan agar keluar lebih lancar. Serat juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus, yang sangat penting untuk mikrobioma pencernaan. Selain itu, buah pala memiliki sifat antimikroba ringan yang dapat membantu menekan bakteri penyebab gangguan pencernaan.
2. Mendukung Tekanan Darah yang Lebih Seimbang
Kalium dalam buah pala membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Natrium yang terlalu tinggi bisa memicu tekanan darah meningkat. Kalium bekerja dengan membantu mengeluarkan kelebihan natrium lewat proses alami tubuh, sehingga risiko hipertensi bisa menurun. Antioksidan seperti flavonoid dan senyawa fenolik dalam pala juga membantu melindungi sel-sel jantung dari kerusakan oksidatif.
3. Memberi Efek Tenang pada Tubuh
Senyawa myristicin dalam buah pala memiliki efek menenangkan sistem saraf. Efek ini tidak membuat tubuh lemas, melainkan membantu meredakan tekanan mental, stres, dan rasa cemas yang berlebihan. Karena sistem saraf yang lebih tenang, banyak orang menggunakan pala sebagai campuran minuman hangat untuk membantu tidur lebih cepat.
4. Membantu Memperkuat Sistem Imun
Vitamin C dalam buah pala walau jumlahnya tidak terlalu besar, tetap punya peran penting. Vitamin C membantu tubuh memproduksi sel darah putih, yaitu garda terdepan tubuh dalam melawan infeksi. Sebagai antioksidan, vitamin C juga membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
5. Membantu Meredakan Peradangan dan Nyeri
Selain myristicin, pala juga mengandung eugenol, senyawa yang dikenal punya sifat anti-inflamasi. Senyawa ini membantu meredakan proses peradangan, yang sering menjadi sumber rasa nyeri. Dalam pengobatan tradisional, pala sering dipakai untuk membantu meredakan sakit kepala, nyeri otot, atau keluhan sendi ringan.
6. Membantu Meredakan Mual dan Rasa Tidak Nyaman di Perut
Buah pala dapat merangsang produksi enzim pencernaan, yang membantu tubuh memproses makanan dengan lebih baik. Ketika pencernaan lebih lancar, gejala seperti kembung, banyak gas, atau mual bisa mereda. Efek hangat dari rempah ini juga membantu menenangkan lambung.
7. Mendukung Fungsi Otak
Senyawa aktif dalam pala dapat membantu merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan fokus, dan membantu konsentrasi. Beberapa studi menyebut myristicin berpotensi mendukung aliran darah ke otak, yang membantu fungsi kognitif seperti memori dan kewaspadaan. Selain itu, aroma rempah yang hangat juga sering dipakai dalam aromaterapi karena efeknya yang memberi sensasi “jernih” pada kepala.
Tips Konsumsi yang Tetap Aman
Buah pala sangat bermanfaat, tetapi tetap harus digunakan secukupnya. Dalam bentuk bubuk sebagai bumbu atau minuman, 1/4–1/2 sendok teh sudah cukup untuk mendapatkan aromanya. Terlalu banyak bukan hanya membuat rasa pahit, tetapi juga dapat memberi efek terlalu kuat pada sistem saraf. Jadi, gunakan sebagai aksen rasa dan pendukung kesehatan, bukan sebagai konsumsi utama dalam jumlah besar.
Refrence : Halodoc
