Kacang kenari dikenal sebagai camilan bergizi sekaligus bahan pelengkap lezat untuk berbagai hidangan, baik gurih maupun manis. Meski kerap dianggap sebagai buah, kenari sebenarnya termasuk dalam kelompok kacang-kacangan, sehingga lebih tepat disebut kacang kenari.
Salah satu keunggulan utama kacang kenari adalah kandungan lemak tak jenuh gandanya yang tinggi. Jenis lemak ini termasuk lemak sehat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan mendukung fungsi tubuh secara menyeluruh. Tak heran jika kacang kenari sering direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehat.
Kandungan Nutrisi Kacang Kenari
Mengutip Healthline, sekitar 65 persen komposisi kacang kenari terdiri dari lemak, sementara proteinnya mencapai kurang lebih 15 persen. Kandungan karbohidratnya relatif rendah dan sebagian besar berasal dari serat pangan.
Dalam satu porsi kacang kenari sekitar 30 gram atau setara 14 butir, terkandung nutrisi sebagai berikut:
- Kalori: 185
- Air: 4%
- Protein: 4,3 gram
- Karbohidrat: 3,9 gram
- Gula: 0,7 gram
- Serat: 1,9 gram
- Lemak: 18,5 gram
Sebagian besar kalori pada kacang kenari memang berasal dari lemak, sehingga makanan ini tergolong padat energi. Meski demikian, penelitian dalam jurnal Nutrients tahun 2018 menunjukkan bahwa konsumsi kacang kenari tidak berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Selain itu, kacang kenari juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti tembaga, asam folat, fosfor, vitamin B6, dan vitamin E.

Manfaat Kacang Kenari bagi Kesehatan
Mengonsumsi kacang kenari secara rutin sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat memberikan berbagai manfaat berikut.
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Kacang kenari kaya akan lemak sehat yang membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sekaligus menekan kolesterol jahat (LDL). Kandungan asam alfa-linolenat (omega-3 nabati) di dalamnya juga mendukung kesehatan pembuluh darah.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kacang-kacangan lebih dari empat kali seminggu memiliki risiko penyakit jantung koroner 37 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
2. Membantu Mengontrol Berat Badan
Meski tinggi kalori, kacang kenari justru dapat membantu menjaga berat badan jika dikonsumsi dengan tepat. Kandungan protein dan seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mengurangi keinginan makan berlebihan.
Asupan serat juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, yang penting dalam pengelolaan berat badan jangka panjang.
3. Mendukung Kesehatan Otak
Penelitian dalam Journal of Nutrition tahun 2014 menyebutkan bahwa konsumsi kacang kenari berpotensi membantu menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Kacang kenari mengandung senyawa fenolik dan flavonoid tinggi yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Kombinasi ini dinilai dapat membantu menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif terkait penuaan.
4. Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker Prostat
Kacang kenari juga mengandung tokoferol dalam jumlah cukup tinggi. Beberapa penelitian awal mengaitkan senyawa ini dengan potensi penurunan risiko kanker prostat, meskipun penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
5. Membantu Mengurangi Peradangan
Senyawa aktif dalam kacang kenari diketahui memiliki sifat antiinflamasi. Meski bukti klinisnya masih terbatas, konsumsi kacang kenari dipercaya dapat membantu meredakan peradangan ringan dalam tubuh sebagai bagian dari pola makan sehat.
Kesimpulan
Kacang kenari adalah sumber nutrisi yang kaya manfaat, mulai dari menjaga kesehatan jantung, mendukung fungsi otak, hingga membantu pengelolaan berat badan. Dengan mengonsumsinya secara bijak dan tidak berlebihan, kamu bisa mendapatkan manfaat optimal dari kacang kenari sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.
