Selama masa kehamilan, kebutuhan gizi ibu otomatis meningkat. Asupan nutrisi bukan hanya menjaga kondisi tubuh tetap fit, tetapi juga berperan besar dalam perkembangan janin. Buah-buahan masih menjadi pilihan favorit sebagai sumber serat, vitamin, mineral, hingga antioksidan alami. Di antara banyak buah populer, salak mulai sering dilirik kembali. Buah lokal ini mudah ditemui, rasanya unik, dan punya komposisi gizi yang cukup solid untuk mendukung kebutuhan harian ibu hamil, terutama sebagai camilan di sela waktu makan.
Kandungan Nutrisi dalam 100 Gram Buah Salak
Setiap 100 gram salak mengandung:
- Energi: sekitar 77–82 kkal
- Karbohidrat: ±20 gram
- Serat pangan: cukup tinggi, membantu kerja pencernaan
- Zat besi: ±2,1 mg (salak Bali)
- Kalsium: mendukung tulang dan kebutuhan mineral ibu
- Vitamin A (β-karoten) dan Vitamin C: sumber antioksidan
- Mineral lain: fosfor dan potasium
Kombinasi serat dan air di dalamnya membuat salak dikenal sebagai buah yang ramah untuk pencernaan.
Ragam Manfaat Salak bagi Ibu Hamil
1. Membantu Pencernaan
Banyak ibu hamil mengalami sembelit karena perubahan hormon dan tekanan pada usus akibat rahim yang membesar. Serat dalam salak bisa membantu memperlancar buang air besar dan mengurangi rasa tidak nyaman di perut.
2. Mendukung Asupan Zat Besi
Salak bukan pengganti suplemen medis, tetapi kandungan zat besinya bisa menjadi tambahan yang mendukung produksi hemoglobin ibu hamil yang rentan anemia.
3. Sumber Energi Ringan
Karbohidrat sederhana di dalam salak mudah dicerna, cocok untuk ibu hamil yang sering merasa cepat lemas, terutama pada siang hari.
4. Mengandung Antioksidan
β-karoten dan vitamin C membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, yang meningkat selama masa kehamilan karena tubuh mengalami banyak perubahan.
5. Rasa Unik yang Kadang Bantu Kurangi Mual
Beberapa ibu hamil merasakan, salak dalam jumlah kecil bisa memberi sensasi segar di mulut dan membantu meringankan rasa mual. Namun, bukti ilmiah masih terbatas, jadi efeknya bisa berbeda tiap orang.
Cara Aman Mengonsumsi Salak Saat Hamil
Beberapa panduan yang bisa diikuti:
- Pilih salak yang segar, kulitnya bersih, dan tidak ada tanda rusak
- Cuci buah sebelum dikupas
- Konsumsi 1–3 buah per hari sebagai camilan, bukan pengganti makanan utama
- Padukan dengan asupan lain seperti sayuran hijau, protein, dan biji-bijian agar tetap seimbang
- Jika muncul reaksi tidak nyaman di perut atau alergi, hentikan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan
Kapan Harus Lebih Berhati-Hati?
Meski punya manfaat, konsumsi salak tetap perlu diatur:
- Jangan makan berlebihan karena bisa memicu kembung
- Jika ada riwayat masalah gula darah saat hamil, diskusikan dulu sebelum menambah camilan manis
- Pastikan buah bersih untuk menghindari risiko kuman dari buah yang tidak dicuci
- Salak boleh jadi camilan sehat, tapi jangan dijadikan solusi utama untuk mengatasi mual atau anemia
Kalimat penutup:
Salak bisa jadi camilan lokal bernutrisi yang memberi manfaat di masa kehamilan, asalkan dikonsumsi dengan porsi wajar dan tetap jadi bagian dari diet harian yang beragam.
Refrence : Halodoc

